searching for the extra from the ordinary

The Wild Kebo Giro Performance


Hajat Seni Tlatah Bocah #6 — Gejiwan, Sumber, Magelang – Indonesia — 8 July 2012

[Kebo Giro performance from Bandongan, Wonosobo]

Kebo Giro is a traditional dance performance originated from Bandongan, Gondosuli, Muntilan. The performance is characterized by wild, powerful and fast-paced movement accompanied by loud rhytmic music (particularly drums). The dancers (all males) wear masks shaped like faces and their bodies are painted like buffaloes; hence the dance performance is named Kebo (Javanese: bull/buffalo) Giro (Javanese: wild).

Kebo Giro is one of the forms of Lengger traditional performance art. The name Lengger rooted from the word “Le” (Javanese: the term used to call boys) and “Ger” (from the Javanese word “geger“; means “noisy” or “uproaring”).

 
 
 
 
 
 
 
Tari Kebo Giro ( Kebo: Kerbau dan Giro: liar) adalah bentuk seni pertunjukan tradisional yang berasal dari daerah Bandongan, Gondosuli, Muntilan. Ciri khas tarian ini adalah gerakannya yang liar dan keras (bahkan kadang tampak ganas) disertai iringan musik berirama cepat (terutama tabuhan kendang). Para penari Kebo Giro mengenakan topeng berbentuk wajah kerbau dan tubuh mereka dicat menyerupai kerbau. 
Tari Kebo Giro merupakan salah satu bentuk kesenian Lengger. Kesenian Lengger sendiri berasal dari kata “Le” (panggilan untuk anak laki-laki) dan “Ger”(membuat geger atau ramai); dinamakan demikian karena kesenian Lengger dibawakan oleh penari pria dengan gerakan & irama yang menggemparkan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s