searching for the extra from the ordinary

“Bekakak”: Gunung Gamping & Tumbal

Anak buah Wewe Gombel (makhluk halus yang dipercaya menghuni Gunung Gamping)

Anak buah Wewe Gombel (makhluk halus yang dipercaya menghuni Gunung Gamping)

Ritual Bekakak merupakan ritual rutin yang digelar di Desa Ambarketawang, Gamping – Sleman. Ritual ini diadakan setiap bulan Sapar atau Syafar dalam penanggalan Jawa—bentuk ritualnya sendiri berupa penyembelihan sepasang bekakak, yaitu boneka pengantin pria-wanita yang terbuat dari ketan putih yang diisi dengan gula merah cair (sebagai pengganti darah yang akan mengucur pada saat kepala bekakak disembelih).

Sendratari “Bekakak” ini mengisahkan asal muasal munculnya ritual tersebut.

 

Ki dan Nyi Wirasuta

Ki dan Nyi Wirasuta

Dikisahkan, pada tahun 1775,  Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai raja pertama Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I. Sebagai raja pertama, Sri Sultan bermaksud mendirikan istana atau keraton; maka sambil menunggu istana selesai dibangun, Sri Sultan beserta keluarga tinggal di sebuah pesanggrahan di Desa Ambarketawang, Gamping. Sesuai namanya, wilayah Gamping dikelilingi oleh gunung gamping (batu kapur), dan sebagian masyarakat di sana juga bekerja sebagai penambang batu gamping.

Selama tinggal di pesanggrahan tersebut, Sri Sultan didampingi oleh dua orang abdi dalem yang dikenal paling setia, yaitu sepasang suami istri bernama Ki Wirasuta dan Nyi Wirasuta—versi lain menyebut mereka sebagai Kyai dan Nyai Wirasuta. Mereka berdua adalah abdi dalem penongsong, yaitu abdi dalem yang bertugas memayungi Sri Sultan ke manapun beliau pergi.

Setelah keraton selesai dibangun, Sri Sultan pun meninggalkan pesanggrahan, sementara Ki dan Nyi Wirasuta tetap tinggal di Ambarketawang untuk merawat pesanggrahan.

 

Wewe Gombel dan anak buahnya

Wewe Gombel dan anak buahnya

Pada suatu malam Jumat di bulan Sapar, tanpa ada pertanda sebelumnya, tiba-tiba saja gunung gamping di dekat pesanggrahan tersebut runtuh. Bukan saja menimpa pesanggrahan, runtuhnya gunung gamping tersebut juga ikut mengubur tubuh Ki dan Nyi Wirasuta.

Mendengar kabar tersebut, Sri Sultan segera memerintahkan prajurit keraton untuk membongkar reruntuhan demi menemukan tubuh Ki dan Nyi Wirasuta. Anehnya, bagaimanapun para prajurit berusaha, tubuh kedua abdi dalem tersebut tidak pernah ditemukan. Para penduduk desa meyakini bahwa mereka berdua telah ditilep (diculik/ditawan) sebagai tumbal oleh Wewe Gombel dan anak buahnya, yaitu makhluk halus yang dipercaya bersemayam di gunung gamping.

 

Ki Wirasuta digambarkan sedang bertarung melawan Wewe Gombel

Ki Wirasuta digambarkan sedang bertarung melawan Wewe Gombel

Tidak ditemukannya jasad Ki dan Nyi Wirasuta membuat Sri Sultan bersedih; apalagi pada setiap bulan Sapar berikutnya, selalu saja ada warga desa yang menjadi korban gunung gamping—entah tertimpa reruntuhan atau hilang begitu saja di gunung tersebut.

Banyaknya korban inilah yang kemudian membuat Sri Sultan memerintahkan warga untuk mengadakan acara selamatan berupa penyembelihan bekakak. Selain untuk menghormati kesetiaan Ki dan Nyi Wirasuta, penyembelihan ini juga dimaksudkan sebagai “korban” untuk menenangkan Wewe Gombel agar tidak meminta tumbal manusia. Pada masa-masa selanjutnya, ritual bekakak ini kemudian juga bertujuan untuk memohon keselamatan bagi para penambang batu gamping, mengingat proses penambangan batu gamping memang berbahaya dan beresiko tinggi.

 

Para prajurit Keraton mencari tubuh Ki dan Nyi Wirasuta

Para prajurit Keraton mencari tubuh Ki dan Nyi Wirasuta

 

Arak-arakan dalam ritual Bekakak

Arak-arakan dalam ritual Bekakak

 

Penyembelihan Bekakak

Penyembelihan Bekakak

*Sendratari ini dibawakan sebagai salah satu syarat ujian akhir siswa-siswi angkatan 2012/2013 Sekolah Menengah Kejuruan 1 (SMKI) Kasihan – Bantul. Sendratari “Bekakak” digelar pada 23 Maret 2013, bertempat di gedung Societet Militaire, Taman Budaya Yogyakarta.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s