searching for the extra from the ordinary

“Luwaring Upata”: Dendam & Sumpah

Ratu Kalinyamat berkeramas dengan darah Arya Penangsang sesuai sumpahnya

Ratu Kalinyamat berkeramas dengan darah Arya Penangsang sesuai sumpahnya

Ratu Kalinyamat adalah putri Sultan Trenggana, raja Demak yang memerintah dari tahun 1521 – 1564. Terlahir dengan nama Ratna Kencana, pada usia remaja Ratu Kalinyamat dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat (ada bermacam versi tentang asal-usul Pangeran Kalinyamat). Bersama Pangeran Kalinyamat yang kemudian mendapat gelar Pangeran Hadiri, Ratu Kalinyamat memerintah di Jepara.

Sepeninggal Sultan Trenggana, terjadilah konflik perebutan takhta Kerajaan Demak. Sunan Prawata—putra keempat Sultan Trenggana, kakak Ratu Kalinyamat—dibunuh oleh utusan Arya Penangsang, yaitu sepupunya sendiri yang menjadi bupati di Jipang.

1

Karena menemukan Keris Kyai Betok milik Sunan Kudus tertancap pada jasad kakaknya, Ratu dan Pangeran Kalinyamat pun menemui Sunan Kudus untuk meminta penjelasan. Namun, jawaban yang diberikan oleh Sunan Kudus kurang memuaskan, yaitu bahwa kematian Sunan Prawata adalah balasan setimpal karena dahulu ia telah membunuh Pangeran Sekar Seda Lepen, ayah Arya Penangsang. Jawaban ini entah karena memang demikian adanya, entah karena Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang.

Tidak menemukan penyelesaian, Ratu dan Pangeran Kalinyamat memutuskan kembali ke Jepara. Sayangnya, di tengah perjalanan, mereka dikeroyok oleh pasukan Arya Penangsang. Pangeran Kalinyamat pun dibunuh oleh pasukan itu.

 

Pembunuhan yang dilakukan oleh Arya Penangsang

Pembunuhan yang dilakukan oleh Arya Penangsang

 

Ratu Kalinyamat membawa jasad suaminya

Ratu Kalinyamat membawa jasad suaminya

Ratu Kalinyamat berhasil meloloskan diri dari pembunuhan tersebut. Ia kemudian menyepi di Gunung Danaraja dan bertapa telanjang di sana. Dalam tapanya, ia bersumpah tidak akan mengenakan pakaian apapun sebelum menggunakan kepala Arya Penangsang sebagai keset—versi lain menyebutkan “sebelum berkeset usus Arya Penangsang”; ada juga yang menyebutkan “sebelum keramas dengan darah Arya Penangsang”).

 

Ratu Kalinyamat menjalankan tapa telanjang di Gunung Danaraja

Ratu Kalinyamat menjalankan tapa telanjang di Gunung Danaraja

 

Jaka Tingkir memohon restu Ratu Kalinyamat untuk melawan Arya Penangsang

Jaka Tingkir memohon restu Ratu Kalinyamat untuk melawan Arya Penangsang

 

Pertarungan Jaka Tingkir melawan Arya Penangsang

Pertarungan Jaka Tingkir melawan Arya Penangsang

Pada akhirnya, sumpah Ratu Kalinyamat tersebut terlaksana melalui adik iparnya yang menjadi bupati di Pajang, yaitu Pangeran Hadiwijaya alias Jaka Tingkir. Pada tahun 1549, Jaka Tingkir berhasil membunuh Arya Penangsang, dan dengan demikian membalaskan dendam Ratu Kalinyamat.

 

Ratu Kalinyamat memenuhi sumpahnya

Ratu Kalinyamat memenuhi sumpahnya

*Sendratari ini dibawakan sebagai salah satu syarat ujian akhir siswa-siswi angkatan 2012/2013 Sekolah Menengah Kejuruan 1 (SMKI) Kasihan – Bantul. Sendratari “Luwaring Upata” digelar pada 23 Maret 2013, bertempat di gedung Societet Militaire, Taman Budaya Yogyakarta.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s